Nasional

Tim Hukum Ganjar-Mahfud Sebut Seharusnya Suara Prabowo-Gibran Nol

Liputan76 – JAKARTA – Tim Hukum pasangan calon presiden kemudian calon perwakilan presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah pernah keliru di melakukan penghitungan pendapat pada Pilpres 2024.

Anggota Tim Hukum Ganjar-Mahfud, Annisa Ismail menuturkan kekeliruan penghitungan KPU terjadi sebab pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabumin Raka seharusnya tiada mendapatkan pernyataan sebanding sekali di tempat Pilpres 2024.

“Penghitungan pendapat yang dimaksud dilaksanakan termohon (KPU) adalah keliru. Karena, seharusnya paslon 2 (Prabowo-Gibran) tak mendapatkan pendapat sebanding sekali,” kata Annisa, Rabu (27/3/2024).

Adapun pernyataan Annisa itu berangkat dari perolehan kata-kata Prabowo-Gibran yang erat kaitannya dengan pelanggaran asas-asas pelaksanaan pilpres lalu rusaknya integritas Pilpres 2024.

Dia menjelaskan, setidaknya ada dua cara yang digunakan dilaksanakan pasangan Prabowo-Gibran untuk meraih kemenangan Pilpres 2024 melalui pelanggaran asas-asas pelaksanaan pemilu.

Pertama, melakukan pelanggaran yang dimaksud bersifat terstruktur, sistematis, juga masif (TSM). Kemudian yang digunakan kedua, melakukan pelanggaran prosedur Pemilu. Kemudian, beliau menuturkan, bentuk pelanggaran TSM yang dimaksud adalah praktik nepotisme yang dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo.

“Yang kemudian melahirkan abuse of power secara terkoordinasi yang dimaksud bertujuan untuk meraih kemenangan Paslon nomor urut 2 pada 1 putaran pemilihan,” katanya.

“Sedangkan pelanggaran prosedur pemilihan umum yang mana dipersoalkan pada permohonan ini adalah pelanggaran yang dimaksud terjadi sebelum, pada saat, kemudian setelahnya penyelenggaraan Pilpres 2024,” katanya.

Related Articles

Back to top button