Teknologi

Tips Aman Berinternet serta Bertransaksi bagi Perempuan di tempat Era Digital

Liputan76 – JAKARTA – Kaum hawa berisiko mendapat berbagai perilaku tidak ada menyenangkan pada dunia digital. Mulai pelecehan online hingga penggelapan keuangan.

Berdasarkan data Status Literasi Digital Indonesia, literasi digital perempuan belum setara dengan laki-laki.

Karena itu, keamanan digital juga keamanan finansial bagi kaum Perempuan terus didorong demi menciptakan lingkungan dalam mana semua perempuan dihargai juga dihormati.

Head of Corporate Secretary Nawakara Chiquita Hindarto menjelaskan pentingnya melakukan penilaian risiko pada berbagai aspek kehidupan, termasuk aspek keamanan digital juga juga keuangan.

Chiquita menilai, keamanan digital membutuhkan upaya proaktif. “Perempuan memiliki peran besar terhadap pengerjaan keamanan digital di tempat Indonesia. Literasi keamanan digital sangat penting dimiliki perempuan demi meminimalisir berbagai risiko yang ada hingga mencapai kemandirian finansial,” ujar Chiquita ketika memberikan paparannya di acara Super WOWmen yang mana diselenggarakan oleh Bank Neo Commerce belum lama ini.

Setidaknya, ada tiga (3) hal utama yang menjadi fokus bagi para Perempuan untuk tetap saja aman pada keamanan digital, berikut diantaranya:

1. Teliti di menggunakan aplikasi mobile keuangan digital:

Cari tahu reputasi, keamanan, jumlah total pengguna, serta testimoni aplikasi mobile keuangan digital. Setelah tahu bahwa program keuangan yang dimaksud aman, gunakan kata sandi yang tersebut kuat dan juga bukan mudah ditebak.

2. Hindari pemanfaatan Wi-Fi publik:

Hindari menggunakan Wi-fi pada tempat umum untuk mengakses perangkat lunak yang dimaksud mempunyai data private yang digunakan bersifat substansial, seperti program keuangan digital atau mobile banking.

Hal ini untuk menghindari penyadapan yang mana mudah diakses area masyarakat untuk mengambil data dari handphone yang mana terhubung ke wifi tersebut.

3. Perhatikan akses data diri pada program pinjaman online (pinjol):

Sangat penting memperhatikan permintaan akses perangkat lunak pinjol pada ponsel pengguna. Jika diluar kewajaran yang mana telah terjadi ditentukan OJK, maka persetujuan akses yang disebutkan sebaiknya ditolak. Bagaimana pun juga, pengamanan data yang dimaksud baik sangat penting dimiliki setiap orang.

“Risiko tentu dapat berasal dari berbagai arah. Di sini, adanya security assessment sangat penting diadakan agar kita bisa saja melakukan mitigasi yang digunakan sesuai,”tutupChiquita

Related Articles

Back to top button