Otomotif

Truk China Banjiri Indonesia, Fuso: Pengguna Pertimbangkan Aftersales

Liputan76 – JAKARTA – Menteri Pertambangan (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyayangkan banyaknya truk impor dengan syarat China yang dimaksud beroperasi di area Indonesia. Padahal, ada berbagai produsen truk yang mempunyai pabrik pada Tanah Air yang digunakan mampu menyuplai kendaraan dengan spesifikasi serupa. Menurut Agus, truk impor jika China ketika ini membanjiri tambang-tambang di dalam Maluku dan juga Sulawesi.

Lalu, bagaimana dengan pabrikan Negeri Matahari Terbit yang digunakan selama ini merajai pasar? Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengungkapkan pihaknya tak terganggu dengan hal tersebut. Sebab, ia menganggap konsumen mempunyai berbagai pertimbangan sebelum melakukan pembelian.

“Apakah dengan maraknya kendaraan impor itu akan menjadikan persaingan? Kita akui iya. Tapi kami yakin konsumen akan mempertimbangkan sejumlah hal ketika melakukan pembelian,” kata Aji Jaya di dalam DKI Jakarta Timur, Kamis (14/3/2024).

Aji menyatakan strategi Mitsubishi Fuso untuk mempertahankan penghargaan sebagai market leader pada segmen kendaraan komersial adalah menguatkan aspek aftersales. Hal ini diklaim memberi kepercayaan konsumen akan komoditas Fuso.

Fuso sendiri juga akan segera memperluas jaringan pelanggan yang tersebut pada waktu ini ada 222 diler yang dimaksud dilengkapi prasarana bengkel. Menurutnya, persaingan pelayanan purna jual menjadi kunci ketika konsumen menentukan pilihan.

“Kehadiraan kendaraan impor memang benar secara aktual menyebabkan kompetisi kendaraan niaga jadi lebih lanjut banyak. Tapi tentunya kami percaya bahwa konsumen kendaraan niaga ini ketika berinvestasi merekan akan mempertimbangkan berbagai hal ketika memutuskan pembelian, salah satunya adalah pelayanan aftersales,” ujarnya.

Sekadar informasi, tahun lalu transaksi jual beli kendaraan komersial mengalami penurunan yang digunakan diakibatkan sebagian faktor. Salah satu yang dimaksud terbesar adalah mendekati tahun kebijakan pemerintah yang tersebut menghasilkan pelaku bisnis menahan diri pada mengembangkan usahanya.

Selain itu, beberapa biaya komoditas yang tersebut menurunkan juga menjadi pemicu transaksi jual beli kendaraan komersial tambahan rendah dibandingkan 2022.

“Beberapa pebisnis cenderung berhati-hati pada investasi. Di segmen niaga, ada beberapa kontributor (penjualan); mining, plantation, manufaktur,
konstruksi juga logistik serta yang dimaksud terakhir, lain-lain. Dari sektor sektor kegiatan bisnis yang dimaksud yang masih pada waktu ini memberikan kontribusi besar pada transaksi jual beli niaga adalah sektor logistik,”ungkapAji.

Related Articles

Back to top button