Kesehatan

Viral Polio Tetes Bill Gates Sebabkan Anak Sakit Polio, Kemenkes: Pemahaman yang tersebut Salah!

Liputan76 – Kementerian Bidang Kesehatan membantah vaksin polio tetes atau vaksin polio nOPV (noval Oral Polio Vaccine) yang tersebut didanai Bill Gates menyebabkan anak sakit polio hingga memproduksi kelumpuhan, seperti misinformasi yang tersebut tersebar luas di area media sosial.

Direktur Jenderal Pencegahan serta Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu, menjelaskan vaksin polio tetes atau vaksin polio nOPV merupakan virus hidup yang dimaksud dilemahkan, sehingga muncul tudingan vaksin dari virus hidup inilah yang menyebabkan anak sakit.

Rumor ini dibantah Maxi akibat menurutnya, lingkungan kotor kemudian PHBS (pola hidup bersih kemudian sehat) yang digunakan tak dijalani merupakan perilaku yang tersebut menyebabkan virus bermutasi.

Ilustrasi vaksin polio. (Unsplash/Kristine Wook)
Ilustrasi vaksin polio. (Unsplash/Kristine Wook)

“Oh nggak (menyebabkan sakit polio), jadi itu yang digunakan pemahaman yang mana salah,” kata Maxi dalam DKI Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2024).

Maxi menjelaskan vaksin polio nOPV yang digunakan didanai yayasan Bill Melinda Gates Foundation dibuat menggunakan vaksin polio hidup yang digunakan dilemahkan, sehingga membentuk imunitas atau kekebalan terhadap polio tapi ia mengakui virus yang digunakan dilemahkan tetap memperlihatkan hidup di tempat di pencernaan. Bahkan virus ini nantinya akan bergabung ke luar melalui sisa makanan alias tinja.

Namun kata Maxi, yang dimaksud disayangkan, apabila virus dilemahkan meninggalkan melalui tinja tapi tempat pembuangan kotoran sembarangan seperti dalam sungai atau kolam yang dimaksud akhirnya berdekatan dengan lokasi bermain anak, maka virus selama di tempat lingkungan tercemar sanggup hidup dan juga bermutasi yang dimaksud akhirnya menjadi virus polio liar.

“Diharapkan pencernaan itu kalau lingkungan bagus ia buang air besar di tempat toilet bukan masalah. Tapi kalau buang air besar sembarangan, virus ada di tempat tanah, di tempat air, anak-anak main di dalam sana. Apalagi rumah tangga masih menggunakan sungai, atau air sumur gali, ada virus masuk ke anak lagi tertelan memang benar beliau tumbuh (bermutasi) dikarenakan berkembangnya dalam usus,” papar Maxi.

Polio adalah penyakit yang dimaksud disebabkan virus polio yang tersebut menyerang sumsum tulang belakang, menciptakan orang yang terinfeksi alami kelumpuhan dikarenakan tungkai kakinya melemah, mengecil bahkan tidaklah mampu berjalan.

Adapun virus polio yang mana dilemahkan lalu menjadi virus polio liar, bisa saja menginfeksi anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah, virus ini disebut dengan virus polio derivative.

“Makanya namanya derivative polio, dikarenakan dari virus yang mana dilemahkan, beberapa kali bermutasi masuk ke anak yang mana daya tahan tubuh turun, atau vaksinnya nggak lengkap makanya virus itu berprogres lagi,” beber Maxi.

Kabar baiknya, kata Maxi pada waktu ini telah ada vaksin polio yang dimatikan atau vaksin polio inaktif (IPV) lalu diberikan dengan cara disuntik. IPV rencananya akan segera menggantikan vaksin polio nOPV, tapi dengan persyaratan cakupan vaksin polio nOPV harus terpenuhi.

“IPV itu virus yang dimaksud dimatikan, makanya nanti pelan-pelan, kalau vaksin cakupan area OPV-nya tinggi, kita akan alihkan ke OPV, yang dilemahkan akan ganti IPV, tapi cakupannya harus bagus dulu,” pungkas Maxi.

Sementara itu, ketika ini kata Maxi, satu-satunya cara meyakinkan anak benar-benar terlindungi dari polio yaitu memberikan 4 kali vaksin polio OPV ditambah 2 kali suntikan IPV sehingga proteksi lebih besar maksimal.

“Harus ditambah supaya betul-betul kebal, tambah dengan IPV yang mana injeksi yang digunakan disuntik 2 kali. Kalau ini lengkap, yaitu polio (vaksin OPV) 4 kali serta suntik 2 kali (vaksin IPV) saya rasa akan jadi (lebih terlindungi),” pungkas Maxi.

Sebelumnya ramai pada Twitter akun @TedInvestigasi, menyebutkan vaksin polio tetes yang dimaksud didanai Bill Gates menyebabkan polio, bahkan bukan sungkan menyebutkan aksi vaksinasi polio massal merupakan tindakan malpraktik.

“Itulah vaksin Polio Bill Gates yang dimaksud sedang diberikan secara massal dalam Indonesia. Jaga-jaga anak-anak kalian!,” tulis @TedIvestigasi yang telah dilihat lebih besar dari 10 ribu akun.

Unggahan itu juga menyematkan pemberitaan the Defender dengan judul ‘7 Anak Lumpuh lantaran Virus Polio Berasal dari Vaksin Polio Baru yang digunakan Didanai Gates’.

Unggahan itu tidak ada sedikit yang tersebut menimbulkan netizen mengelukan hal yang mirip yaitu memohon publik tidaklah membiarkan anaknya menerima vaksinasi polio.

Indonesia KLB polio

Meski telah dinyatakan bebas polio pada 2014, namun pada waktu ini Indonesia berstatus KLB polio dikarenakan November hingga Desember 2023 ditemukan 3 perkara lumpuh layu akut akibat virus polio. 3 perkara lumpuh akut ini terjadi pada dua provinsi berbeda, yaitu 2 persoalan hukum pada Jawa Timur serta 1 tindakan hukum Jawa Tengah.

Kasus lumpuh layu akut pertama, dialami oleh anak perempuan berusia 6 tahun, berdomisili di tempat Jawa Tengah, lalu berinisial NH. Berdasarkan pengakuan orang tua, NH mengalami lumpuh layu akut pada 20 November 2023 dengan riwayat imunisasi polio tetes (OPV) semata-mata dua kali.

Kasus lumpuh layu akut kedua, dialami oleh anak laki-laki berusia 1 tahun 11 bulan, berdomisili dalam Jawa Timur, lalu berinisial MAF. MAF mengalami lumpuh pada 22 November 2023 dengan riwayat imunisasi lengkap tapi hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ia mengalami malnutrisi.

Lalu, tindakan hukum lumpuh layu akut ketiga dialami oleh anak laki-laki berusia 3 tahun 1 bulan, berdomisili dalam Jawa Timur, dan juga berinisial MAM. MAM mengalami lumpuh pada 6 Desember 2023 dengan riwayat imunisasi polio tetes 4 kali lalu polio suntik (IPV) 1 kali berdasarkan pengakuan orang tua.

Imunisasi polio tambahan

Akibat penemuan 3 tindakan hukum lumpuh layu akut, Kemenkes mengadakan imunisasi polio tambahan serentak dimulai Senin, 15 Januari 2024 terhadap semua anak berusia 0 hingga 7 tahun di tempat 3 area yaitu Jawa Tengah dan juga Jawa Timur yang digunakan merupakan lokasi terjadinya KLB polio.

Pemberian imunisasi tambahan juga diadakan pada Wilayah Sleman DIY, yakni tempat yang tersebut berbatasan secara langsung dengan Wilayah Klaten, lokasi ditemukannya persoalan hukum polio. Imunisasi polio tambahan ini juga diberikan di dua putaran.

Imunisasi polio tambahan ini diberikan dengan 8,4 jt anak diberikan pemberian vaksin novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2). Kepala Biro Komunikasi dan juga Pelayanan Publik, Siti Nadia Tarmizi mengungkap update capaian imunisasi polio tambahan putaran pertama Jateng, Jatim kemudian DIY per 16 Januari 2024 di dalam antaranya sebagai berikut:

  1. Cakupan Jateng: 1.460.624 anak (37,4%)
  2. Cakupan Jatim: 2.108.537 (47,5%)
  3. Cakupan Sleman DIY: 44.561 (29,7%)

Kesimpulannya imunisasi polio tambahan sudah pernah mencapai cakupan total 42,6 persen dalam ketiga provinsi telah dilakukan mencapai target cakupan hari kedua yakni sebesar 27,1 persen.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button