Kesehatan

Waspada Polio Tak Bergejala Pada Anak, Simptom Bisa Muncul Setelah 40 Tahun

Liputan76 – Dokter Spesialis Anak di area Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta, dr. Braghmandita Widya Indraswari, mengingatkan rakyat untuk lebih lanjut berhati-hati terhadap infeksi Polio yang dimaksud tiada menunjukkan gejala, yang dikenal sebagai Post Polio Syndrome.

“Pada anak ada yang dimaksud namanya Post Polio Syndrome. Infeksinya baru terasa 15-40 tahun yang dimaksud akan datang, padahal infeksinya sudah ada terjadi,” kata ia di diskusi tentang Polio yang digunakan disertai secara daring.

Widya mengungkapkan bahwa dua hingga 10 persen dari anak-anak yang digunakan terinfeksi Polio dapat mengalami kelumpuhan yang tersebut berakibat pada cacat seumur hidup atau bahkan kematian.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa virus Polio miliki kemampuan untuk menginfeksi siapa saja, bukanlah cuma anak-anak. Penekanan khusus pada anak-anak disampaikan dengan harapan agar merekan tidaklah menjadi pembawa atau penyebar virus penyulut kelumpuhan yang dimaksud tanpa disadari, mengingat virus ini termasuk jenis yang dimaksud mudah juga cepat menular.

“Kalau infeksi tetapi tak sakit kan bukan terasa. Meski demikian, yang mana tidak ada merasa sakit ini tetap memperlihatkan sanggup menularkan, kan ini yang mana bahaya,” kata dia, dikutipkan dari Antara pada Awal Minggu (15/1/2024).

Ia menjelaskan, virus Polio pada tubuh manusia menyerang serta tinggal pada pada saluran pencernaan. Pasien yang dimaksud terinfeksi virus Polio dapat menularkan virus selama 7-10 hari sebelum timbulnya gejala penyakit. Selain itu, virus dalam tinja dapat bertahan selama 3-6 minggu.

Virus Polio mudah menyebar dalam lingkungan yang dimaksud tiada bersih, juga dapat menular melalui mulut. Untuk itu, ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungannya, juga bagi para orang tua untuk melengkapi dosis imunisasi Polio pada anak.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pencegahan Penyakit (P2P) Kementerian Kesejahteraan (Kemenkes) RI Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan tindakan hukum polio dapat dicegah dengan melaksanakan imunisasi Polio lengkap.

Menurutnya, imunisasi Polio lengkap meliputi vaksin polio tetes (OPV) pertama di area usia 1 bulan, vaksin OPV kedua di tempat usia 2 bulan, vaksin OPV ketiga di area usia 3 bulan, vaksin OPV keempat serta Polio suntik (IPV) di dalam usia 4 bulan, juga vaksin IPV kedua di area usia 9 bulan.

“Kombinasi imunisasi polio tetes dan juga suntik diberikan untuk mengoptimalkan pembentukan kekebalan terhadap semua virus polio,” ucap Maxi Rein Rondonuwu.

(Sumber: Suara.com)

Related Articles

Back to top button